Sejarah Singkat

CITS Indonesia lahir dari kantung inkubasi Insititut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1998 sebagai salah satu IT research group yang beranggotakan beberapa mahasiswa dari berbagai jurusan. Basis yang digunakan CITS saat itu adalah Laboratorium Teknik Fisika ITB, yang berlokasi di gedung PAU (Pusat Antar Universitas) sekaligus merupakan pusat penelitian ITB. Lab tersebut bernama Center for Instrumentation and Technical Services (CITS). Fasilitas ini diberikan oleh Kepala Laboratorium yang sekaligus sebagai pengajar di Jurusan Teknik Fisika ITB, Sutanto Hadisupadmo.

Melihat perkembangan IT kedepan yang menjadi basis perkembangan proses bisnis dunia, maka pada awalnya CITS melakukan research fungsional UNIX (FreeBSD), Linux (RedHat, SUSE, Debian, Mandrake) dan mendalami teori-teori jaringan dan implementasinya. Sehingga pada tahun 1999-2001 CITS berkembang hingga memperoleh kepercayaaan beberapa departemen ITB untuk melakukan pengelolaan NOC dan LAN mereka.

Hal pertama yang membanggakan yaitu ketika Rektor ITB pada saat itu, Prof. Lilik Hendradjaja, mempercayakan pengelolaan training professional dibidang Jaringan dan Aplikasi kepada CITS dengan mekanisme subkontrak dari LAPI ITB.

Pada tahun 2002 CITS melepaskan diri dari kantung inkubasi ITB dan bergerak secara mandiri dengan fokus pengembangan software dan perawatan jaringan. Tahun 2003, CITS mendapat kepercayaan PT Kabepe Cakra (perusahaan pengelola dan eksportir teh hijau nasional) untuk mengelola software internal perusahaannya.

Di Tahun 2004, setelah menyelesaikan kontrak dengan PT Kabepe Cakra, CITS menempa diri dengan mengelola pekerjaan-pekerjaan pengembangan software yang disubkontrakkan oleh perusahaan-perusahaan besar. Dengan nama yang diubah menjadi Ciptareksa Indotama Solusi, CITS secara perlahan mempersiapkan untuk menjadi suatu perusahaan yang mandiri.

Hingga pada tahun 2006, tepatnya tanggal 22 Februari 2006, CITS telah resmi berdiri sebagai suatu perusahaan bernama CV. Cipta Integrasi Teknologi Solusi Indonesia (CITS Indonesia) tanpa suntikan investasi dana dari pihak luar. CITS Indonesia telah memiliki client yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, hingga Sumatera Selatan.